Mengubah Isu Populer Menjadi Kritik Tawa: Analisis Kebutuhan Siswa sebagai Basis Perumusan Model Mulitliteracy Integrative Learning dalam Pembelajaran Teks Anekdot
DOI:
https://doi.org/10.23960/aksara.v2.v27i1.55Abstract
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran literasi, terutama dalam pembelajaran teks anekdot. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa sebagai dasar perumusan Model Multiliteracy Integrative Learning dalam pembelajaran teks anekdot. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan partisipan siswa SMA yang mengisi angket reflektif untuk mengungkap kebutuhan dan hambatan siswa dalam memahami serta menghasilkan teks anekdot berbasis isu populer. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa membutuhkan pemahaman mendalam tentang konsep, struktur, dan ciri kebahasaan teks anekdot, serta panduan sistematis dalam penulisan yang menggabungkan humor dan kritik sosial. Selain itu, siswa menginginkan media pembelajaran yang integratif, melibatkan multimodalitas seperti teks, video, dan meme edukatif, serta aktivitas kolaboratif untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis dan kreativitas. Model yang dikembangkan menekankan integrasi modalitas teks, visual, dan digital melalui tahapan pembelajaran yang adaptif dan kontekstual. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi literasi kritis siswa sekaligus menanamkan kesadaran sosial melalui pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dan teoretis dalam pendidikan bahasa, khususnya melalui pengembangan model pembelajaran multiliterasi yang relevan dengan kebutuhan generasi digital.
Keywords: Multiliterasi, Pembelajaran Integratif, Teks Anekdot, Literasi Kritis, Media Multimodal
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
